[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]
RANGKAIAN 4.3 FIXED-BIAS CIRCUIT
Fixed bias circuit digunakan
untuk mengisolasi tegangan dc dari transistor ke tingkat sebelum dan
sesudahnya, namun tetap menyalurkan sinyal ac-nya.
2.Komponen
[kembali]
a) Ground
Ground adalah titik kembalinya arus
searah atau titik kembalinya sinyal bolak balik atau titik patokan
dari berbagai titik tegangan dan sinyal listrik dalam rangkaian
elektronika.
b) Resistor
Resistor
merupakan salah satu komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk
membatasi arus yang mengalir pada suatu rangkaian dan berfungsi sebagai
terminal antara dua komponen elektronika. Tegangan pada suatu resistor
sebanding dengan arus yang melewatinya (V=I R).
Cara menghitung nilai resistansi resistor dengan gelang warna :
1. Masukan angka langsung dari kode warna gelang pertama.
2. Masukan angka langsung dari kode warna gelang kedua.
3. Masukan angka langsung dari kode warna gelang ketiga.
4.
Masukkan jumlah nol dari kode warna gelang ke-4 atau pangkatkan angka
tersebut dengan 10 (10^n), ini merupakan nilai toleransi dari resistor.
c) kapasitor
Kapasitor
adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik,
dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.
Kapasitor mempunyai satuan Farad dari nama Michael Faraday.
Cara membaca nilai kapasitor :
Agar dapat menghitung nilai kode kapasitor keramik
473Z, kita perlu mengetahui lebih dahulu nilai satuannya. Hal ini perlu
agar memudahkan dalam membedakan kode tiap kapasitor seperti berikut
ini:
Kapasitor keramik dengan kode 473Z dapat dijabarkan sebagai berikut:
1 nano Farad (nf) = 1000 piko Farad (pF) = 0,01 mikro Farad (µF), umumnya yang banyak dipakai adalah satuan mikro farad dan farad yakni 1 Farad (F) = 1000000 Mikro Farad (µF)
Nilai
Kapasitor = 47 x 10 pangkat tiga (10x10x10) = 47 x 1000 = 47.000 piko
Farad (pF) = 47 nano Farad (nF) = 0,047 mikro Farad (µF)
Sedangkan huruf
yang berada setelah angka atau nilainya merupakan besarnya
nilai toleransi dari nilai kapasitansi kapasitor. Kode huruf tersebut
tidak menentu, sehingga akan dijelaskan beberapa kode huruf untuk nilai toleransi kapasitor sebagai berikut:
B = 0,10 pF
C = 0,25 pF
D = 0,5 pF
E = 0,5 %
F = 1 %
G= 2 %
H = 3 %
J = 5 %
K = 10%
M = 20%
Z = + 80% dan -20%
d) Transistor
Transistor
adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit
pemutus dan penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan
modulasi sinyal. Secara umum transistor dapat digolongkan menjadi dua
keluarga besar yaitu Transistor Bipolar dan Transistor Efek Medan.
e) OP-AMP
f) Photodioda
3. Dasar Teori
[kembali]
Rangkaian bias tetap pada Gambar
memberikan pengantar bias bias yang relatif mudah dan
sederhana. Meskipun jaringan menggunakan transistor npn, persamaan dan
perhitungannya berlaku sama baiknya dengan konfigurasi transistor pnp
hanya dengan mengubah semua arah arus dan polaritas voltase. Arah arus
pada Gambar adalah arah arus aktual, dan voltasenya ditentukan oleh
notasi double-subscript standar.
Suatu transistor harus diberi bias dc untuk dapat dioperasikan sebagai penguat. Titik kerja dc harus diatur agar variasi sinyal pada terminal input dapat dikuatkan/ amplifikasi dan secara akurat direproduksi pada terminaloutput. Rangkaian
bias tetap (fixed bias) untuk transistor ini cukup sederhana karena
hanya terdiri atas dua resistor RB dan RC. Kapasitor C1 dan C2 merupakan
kapasitor kopling yang berfungsi mengisolasi tegangan dc dari
transistor ke tingkat sebelum dan sesudahnya, namun tetap menyalurkan
sinyal ac-nya.
1.Forward Bias of Base-Emitter
Menurut persamaan tegangan kirchhoff dalam arah searah jarum jam untuk loop
Perhatikan polaritas tegangan melintasi RB sebagaimana ditetapkan oleh arah yang ditunjukan IB. Didapatkan persamaan IB yaitu:
Persamaan ini
sangat mudah diingat dan hanya perlu mengingat bahwa arus basis adalah
arus yang melalui RB dan menurut hukun ohm bahwa arus adalah tegangan
melintasi RB dibagi dengan resistasi RB.
2.Collector- Emitter Loop
Bagian Collector-Emitter pada rangkaian diatas menunjukan IC saat ini dan polaritas yang dihasilkan di seluruh IC
Besar arus IC dapat ditulis
Menurut hukum tegangan kichhoff ke arah jarum jam di sekitar loop tertutup yang ditujukan akan menghasilkan :
3.Transistor Saturation
Istilah saturasi diterapkan ke sistem mana pun di mana level telah mencapai nilai maksimumnya. Spons jenuh adalah spons yang tidak bisa menahan setetes cairan lagi. Untuk transistor yang beroperasi di daerah saturasi, arus adalah nilai maksimum untuk desain tertentu. Ubah desain dan tingkat saturasi yang sesuai dapat naik atau turun. Tentu saja, tingkat saturasi tertinggi ditentukan oleh arus kolektor maksimum seperti yang disediakan oleh lembar spesifikasi.
4. Fixed-Bias load Line
Saat
kita memilih VCE=0 V yang menetapkan sumbu vertikal sebagai garis di
mana titik kedua akan ditentukan, menemukan bahwa IC mendapatkan
persamaan berikut:
4. Prinsip Kerja
[kembali]
Rangkaian
dibawah merupakan rangkaian pengaplikasian rangkaian fixed bias pada
alarm tidur. Komponen elektronika yang digunakan yaitu transistor,
kapasitor, resistor, op-amp, dan voltmeter. Arus mengalir dari sumber
input terus hinnga menemui percabangan kemudian terbagi hingga melewati
keluaran output pada voltmeter. Pada voltmeter akan terlihat nilai
tegangan dalam rangkaian.
5. Gambar Rangkaian
[kembali]
gambar rangkaian
gambar 1
gambar 2
gambar 3
gambar 4
7. Link Download
[kembali]
Video Rangkaian
Video Rangkaian 1
Video Rangkaian 2
Video Rangkaian 3
Video Rangkaian 4
Fixed bias circuit digunakan
untuk mengisolasi tegangan dc dari transistor ke tingkat sebelum dan
sesudahnya, namun tetap menyalurkan sinyal ac-nya.
2.Komponen [kembali]
a) Ground
Ground adalah titik kembalinya arus
searah atau titik kembalinya sinyal bolak balik atau titik patokan
dari berbagai titik tegangan dan sinyal listrik dalam rangkaian
elektronika.
b) Resistor
Resistor
merupakan salah satu komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk
membatasi arus yang mengalir pada suatu rangkaian dan berfungsi sebagai
terminal antara dua komponen elektronika. Tegangan pada suatu resistor
sebanding dengan arus yang melewatinya (V=I R).
1. Masukan angka langsung dari kode warna gelang pertama.
2. Masukan angka langsung dari kode warna gelang kedua.
3. Masukan angka langsung dari kode warna gelang ketiga.
4. Masukkan jumlah nol dari kode warna gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10^n), ini merupakan nilai toleransi dari resistor.
Cara menghitung nilai resistansi resistor dengan gelang warna :
1. Masukan angka langsung dari kode warna gelang pertama.
2. Masukan angka langsung dari kode warna gelang kedua.
3. Masukan angka langsung dari kode warna gelang ketiga.
4. Masukkan jumlah nol dari kode warna gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10^n), ini merupakan nilai toleransi dari resistor.
c) kapasitor
Kapasitor
adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik,
dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.
Kapasitor mempunyai satuan Farad dari nama Michael Faraday.
Kapasitor keramik dengan kode 473Z dapat dijabarkan sebagai berikut:
1 nano Farad (nf) = 1000 piko Farad (pF) = 0,01 mikro Farad (µF), umumnya yang banyak dipakai adalah satuan mikro farad dan farad yakni 1 Farad (F) = 1000000 Mikro Farad (µF)
Nilai Kapasitor = 47 x 10 pangkat tiga (10x10x10) = 47 x 1000 = 47.000 piko Farad (pF) = 47 nano Farad (nF) = 0,047 mikro Farad (µF)
Sedangkan huruf yang berada setelah angka atau nilainya merupakan besarnya nilai toleransi dari nilai kapasitansi kapasitor. Kode huruf tersebut tidak menentu, sehingga akan dijelaskan beberapa kode huruf untuk nilai toleransi kapasitor sebagai berikut:
B = 0,10 pF
C = 0,25 pF
D = 0,5 pF
E = 0,5 %
F = 1 %
G= 2 %
H = 3 %
J = 5 %
K = 10%
M = 20%
Z = + 80% dan -20%
Cara membaca nilai kapasitor :
Agar dapat menghitung nilai kode kapasitor keramik
473Z, kita perlu mengetahui lebih dahulu nilai satuannya. Hal ini perlu
agar memudahkan dalam membedakan kode tiap kapasitor seperti berikut
ini:Kapasitor keramik dengan kode 473Z dapat dijabarkan sebagai berikut:
1 nano Farad (nf) = 1000 piko Farad (pF) = 0,01 mikro Farad (µF), umumnya yang banyak dipakai adalah satuan mikro farad dan farad yakni 1 Farad (F) = 1000000 Mikro Farad (µF)
Nilai Kapasitor = 47 x 10 pangkat tiga (10x10x10) = 47 x 1000 = 47.000 piko Farad (pF) = 47 nano Farad (nF) = 0,047 mikro Farad (µF)
Sedangkan huruf yang berada setelah angka atau nilainya merupakan besarnya nilai toleransi dari nilai kapasitansi kapasitor. Kode huruf tersebut tidak menentu, sehingga akan dijelaskan beberapa kode huruf untuk nilai toleransi kapasitor sebagai berikut:
B = 0,10 pF
C = 0,25 pF
D = 0,5 pF
E = 0,5 %
F = 1 %
G= 2 %
H = 3 %
J = 5 %
K = 10%
M = 20%
Z = + 80% dan -20%
d) Transistor
Transistor
adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit
pemutus dan penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan
modulasi sinyal. Secara umum transistor dapat digolongkan menjadi dua
keluarga besar yaitu Transistor Bipolar dan Transistor Efek Medan.
e) OP-AMP
f) Photodioda
3. Dasar Teori [kembali]
Rangkaian bias tetap pada Gambar
memberikan pengantar bias bias yang relatif mudah dan
sederhana. Meskipun jaringan menggunakan transistor npn, persamaan dan
perhitungannya berlaku sama baiknya dengan konfigurasi transistor pnp
hanya dengan mengubah semua arah arus dan polaritas voltase. Arah arus
pada Gambar adalah arah arus aktual, dan voltasenya ditentukan oleh
notasi double-subscript standar.
1.Forward Bias of Base-Emitter
Menurut persamaan tegangan kirchhoff dalam arah searah jarum jam untuk loop
Perhatikan polaritas tegangan melintasi RB sebagaimana ditetapkan oleh arah yang ditunjukan IB. Didapatkan persamaan IB yaitu:
Persamaan ini
sangat mudah diingat dan hanya perlu mengingat bahwa arus basis adalah
arus yang melalui RB dan menurut hukun ohm bahwa arus adalah tegangan
melintasi RB dibagi dengan resistasi RB.
2.Collector- Emitter Loop
Bagian Collector-Emitter pada rangkaian diatas menunjukan IC saat ini dan polaritas yang dihasilkan di seluruh IC
Besar arus IC dapat ditulis
Menurut hukum tegangan kichhoff ke arah jarum jam di sekitar loop tertutup yang ditujukan akan menghasilkan :
3.Transistor Saturation
Istilah saturasi diterapkan ke sistem mana pun di mana level telah mencapai nilai maksimumnya. Spons jenuh adalah spons yang tidak bisa menahan setetes cairan lagi. Untuk transistor yang beroperasi di daerah saturasi, arus adalah nilai maksimum untuk desain tertentu. Ubah desain dan tingkat saturasi yang sesuai dapat naik atau turun. Tentu saja, tingkat saturasi tertinggi ditentukan oleh arus kolektor maksimum seperti yang disediakan oleh lembar spesifikasi.
Istilah saturasi diterapkan ke sistem mana pun di mana level telah mencapai nilai maksimumnya. Spons jenuh adalah spons yang tidak bisa menahan setetes cairan lagi. Untuk transistor yang beroperasi di daerah saturasi, arus adalah nilai maksimum untuk desain tertentu. Ubah desain dan tingkat saturasi yang sesuai dapat naik atau turun. Tentu saja, tingkat saturasi tertinggi ditentukan oleh arus kolektor maksimum seperti yang disediakan oleh lembar spesifikasi.
4. Fixed-Bias load Line
Saat
kita memilih VCE=0 V yang menetapkan sumbu vertikal sebagai garis di
mana titik kedua akan ditentukan, menemukan bahwa IC mendapatkan
persamaan berikut:
4. Prinsip Kerja
[kembali]
Rangkaian
dibawah merupakan rangkaian pengaplikasian rangkaian fixed bias pada
alarm tidur. Komponen elektronika yang digunakan yaitu transistor,
kapasitor, resistor, op-amp, dan voltmeter. Arus mengalir dari sumber
input terus hinnga menemui percabangan kemudian terbagi hingga melewati
keluaran output pada voltmeter. Pada voltmeter akan terlihat nilai
tegangan dalam rangkaian.
5. Gambar Rangkaian
[kembali]
gambar rangkaian
gambar 1
gambar 2
gambar 3
gambar 4
Video Rangkaian 1
Video Rangkaian 2
Video Rangkaian 3
Video Rangkaian 4












Tidak ada komentar:
Posting Komentar